It’s Kind of a Funny Story (2010)
Bagi Craig Gilner (Kier Gilchrist), tidak ada yang lebih depresif daripada tidak punya alasan untuk divonis depresi oleh dokter karena tidak sedepresi para penggemar bunuh diri. Dengan ‘modal’ merasa cukup stres akibat pressure ayahnya urusan akademik dan sering muntah tiba-tiba jika gugup, remaja lima belas tahun ini mendaftarkan dirinya sendiri ke institusi mental meski terpaksa ditempatkan di bilik dewasa karena bilik remaja sedang renovasi. Dirawat lima hari di bawah pengawasan Dr. Minerva (Viola Davis). Craig bertemu Bobby (Zach Galifianakis) yang menyimpan rahasia mengenai relasinya dengan keluarga, berbagi kamar dengan Muqtada (Bernard White) –pria tua Mesir yang tak pernah keluar kamar dan Noelle (Emma Roberts) –pasien cantik seusia dengannya dengan bekas luka di pergelangan tangan. Lain dengan pergaulannya di sekolah yang rasanya sulit ditembus Craig karena bersaing dengan sahabat serba bisa-nya Aaron (Thomas Mann) plus gadis yang ditaksirnya Nia (Zoe Kravitz), di sini Craig segera berbaur dengan pasien lain yang bahkan menjulukinya ‘Cool Craig’. Problem bergulir ketika Craig kemudian jatuh cinta dengan Noelle meski Nia juga berpaling kepadanya setelah putus dengan Aaron. Lalu bagaimana Craig menghadapi Bobby yang introvert soal rahasianya? Akankah Craig disembuhkan hanya dengan ‘kunjungan’ lima harinya di mental institusi?
Disadur dari novel berjudul sama karya Ned Vizzini dan dibawa dalam penyutradaraan dan skrip dari duo Anna Boden dan Ryan Fleck yang pernah membesut Half Nelson (2006) dan Sugar (2008), It’s Kind of a Funny Story memiliki kekuatan sejak dialog pertama yang cuek. Problem lewat karakter tokoh utama juga mampu diidentifikasikan dengan penonton yang pasti pernah mengalami depresi kelam meski sesaat. Meskipun begitu, konflik yang ditampilkan di pertengahan film tentang Craig-Nia-Noelle berjalan klise. Tokoh Bobby yang dimainkan aktor berbakat Zach Galifianakis juga kurang dieksplor, meninggalkan tokoh ini sebagai si gila yang ‘hanya’ kurang percaya diri. Namun, ending disiapkan manis dengan perpisahan dramatis -- musik Mesir akhirnya membangunkan Muqtada (dan membuatnya berjoget) di tengah Pizza Party sebagai perpisahan Craig dan Bobby. Seperti judulnya, mungkin Craig dewasa akan menoleh ke belakang dan mendahului cerita terpenting (atau teraneh) masa lalunya dengan kalimat ‘it’s kind of a funny story’.
“Yeah, I know it's lame, but, whatever. Skip anyway. Breathe... Live.” – Craig Gilner
Labels: SpoilerAlertButYouCanFlirt

Name: Jess
Home: Surabaya, East Java, Indonesia
About Me: Share explanations by written words than spoken language.
See my complete profile
*Please DO NOT remove the credits!
Thanks a lot! :D